Desa Belikurip memiliki sejarah yang tidak terlepas dari Kademangan Saradan. Pada perkembangannya, Kademangan Saradan kemudian terbagi menjadi dua wilayah desa, yaitu Desa Saradan dan Desa Belikurip. Hingga saat ini, Desa Belikurip terdiri atas sembilan dusun, yaitu:
Dusun Soko
Dusun Melikan
Dusun Jamprit Kulon
Dusun Jamprit Wetan
Dusun Belikurip
Dusun Pagersari
Dusun Klerong
Dusun Tanjung
Dusun Banyuripan
Nama "Belikurip" sendiri memiliki sejarah yang berkaitan dengan keberadaan sumber air di wilayah desa. Pada tahun 1928, Bapak Ponco Jiwo selaku Kepala Desa bersama Bapak Atmo Sadono selaku Carik (sekretaris desa) bermusyawarah untuk menemukan nama bagi desa tersebut. Di pekarangan Bapak Atmo Sadono terdapat sebuah umbul atau sumber air yang dikenal tidak pernah mengalami kekeringan. Sumber air tersebut menjadi salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat sekaligus tempat beristirahat bagi orang-orang yang melintas, khususnya dari wilayah sekitar Kecamatan Batuwarno.
Keberadaan sumber air tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi Bapak Ponco Jiwo dalam menentukan nama desa. Nama "Belikurip" berasal dari dua kata, yakni belik, yang berarti sumber air, dan urip, yang berarti hidup. Nama tersebut menggambarkan sebuah sumber air yang terus mengalir dan tidak pernah mati, sekaligus menjadi simbol sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.